Ampunilah
“Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”
(Matius 6:12)
I. Pendahuluan
- Doa Bapa Kami tidak hanya berbicara tentang kebutuhan jasmani, tetapi juga kebutuhan rohani yang terdalam: pengampunan dosa.
- Semua manusia berdosa (Roma 3:23) dan membutuhkan pengampunan Allah.
- Yesus mengajarkan bahwa pengampunan dari Allah tidak bisa dipisahkan dari sikap kita yang juga harus mengampuni sesama.
II. Ampunilah Kami akan Kesalahan Kami
- Semua orang berdosa
- 1 Yohanes 1:8-9: “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri...”
- Kita butuh datang kepada Allah dengan hati rendah untuk mengakui dosa.
- Allah penuh kasih dan setia mengampuni
- Mazmur 103:12: “Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.”
- Pengampunan Allah adalah anugerah, bukan hasil usaha kita.
- Pengampunan hanya ada dalam Kristus
- Efesus 1:7: “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa.”
III. Seperti Kami Juga Mengampuni Orang yang Bersalah kepada Kami
- Pengampunan dari Allah menuntut respons kita
- Matius 18:21-22: Yesus mengajar untuk mengampuni bukan hanya tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali.
- Artinya: pengampunan harus tanpa batas.
- Mengampuni adalah tanda hidup yang diubahkan
- Efesus 4:32: “Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni...”
- Orang yang sudah mengalami pengampunan Allah pasti terdorong untuk mengampuni.
- Mengampuni membebaskan hati
- Menyimpan dendam membuat hati terikat dan hidup tidak damai.
- Dengan mengampuni, kita merdeka dari kepahitan.
IV. Aplikasi dalam Kehidupan
- Datanglah kepada Tuhan dengan kerendahan hati – akui dosa dan mintalah pengampunan.
- Belajar mengampuni sesama – jangan menunggu orang lain minta maaf; jadilah yang lebih dahulu membuka hati.
- Jadikan pengampunan gaya hidup – jangan biarkan kepahitan bertumbuh.
- Ingat kasih Kristus di kayu salib – Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka...” (Lukas 23:34). Jika Kristus mengampuni kita, kita juga harus mengampuni orang lain.
V. Penutup
- Doa “ampunilah kami... seperti kami juga mengampuni...” mengajarkan keseimbangan: menerima kasih Allah dan membagikan kasih itu kepada sesama.
- Tanpa pengampunan Allah, kita tidak bisa selamat; tanpa mengampuni sesama, kita tidak bisa hidup dalam damai.
- Mari kita hidup sebagai anak-anak Allah yang selalu dipenuhi kasih, rela mengampuni, dan membawa damai di mana pun
Ilustrasi: Hamba yang Tidak Mengampuni
(Matius 18:23–35)
Yesus menceritakan tentang seorang raja yang ingin mengadakan perhitungan dengan para hambanya.
- Ada seorang hamba yang berhutang 10.000 talenta (jumlah yang sangat besar, mustahil bisa dibayar). Sang raja berbelas kasihan, lalu menghapus seluruh hutangnya.
- Namun, hamba itu keluar dan bertemu temannya yang berhutang 100 dinar (jumlah kecil dibandingkan hutangnya kepada raja).
- Alih-alih berbelas kasih, hamba itu malah mencekik temannya dan memenjarakannya.
- Ketika raja mendengar hal itu, ia marah dan menyerahkan hamba yang jahat itu kepada algojo.
Pesan dari ilustrasi ini:
- Kita semua seperti hamba yang berhutang 10.000 talenta kepada Allah. Dosa kita terlalu besar untuk kita bayar, tetapi Allah sudah mengampuni semuanya melalui Kristus.
- Karena itu, ketika ada orang yang bersalah kepada kita (hanya “100 dinar”), kita harus rela mengampuni.
- Mengampuni bukan karena orang itu layak, tetapi karena kita sudah lebih dahulu diampuni.
Aplikasi dari Ilustrasi ini
- Ingatlah selalu betapa besar pengampunan yang telah kita terima dari Allah.
- Jangan simpan dendam atau sakit hati, karena itu berarti kita seperti hamba yang jahat tadi.
- Setiap kali kita sulit mengampuni, pandanglah salib Kristus – di sana Yesus mengampuni kita
Comments
Post a Comment